• MTS NEGERI 1 PATI
  • Berkarakter

Profil

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pati terletak di Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis, madrasah ini terletak di wilayah Pati selatan. MTsN 1 Pati merupakan madrasah negeri tertua di Pati.

Secara historis, MTs Negeri 1 Pati tidak dapat terpisahkan dengan sejarah PGA Darul Ma’la (PGA Darma) yaitu lembaga pencetak tenaga pendidik agama Islam di Winong Pati yang berdiri pada tahun 1955. Pada tahun 1977, Departemen Agama, cq Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menerbitkan surat edaran tertanggal 24 Mei 1977 Nomor D III/Ed/80/77 tentang pelaksanaan program kurikuler di PGA 4 atau 6 tahun, menyatakan bahwa struktur PGA secara kurikuler untuk kelas I, II dan III menggunakan kurikulum Madrasah Tsanawiyah. Kebijakan pemerintah ini berdampak pula terhadap PGA Darul Ma’la sehingga harus dipecah menjadi dua, yaitu PGA Darul Ma’la dan Madrasah Tsanawiyah Darul Ma’la. Kemudian pada tahun 1980 PGA Darul Ma’la berubah nama menjadi MA PPKP Darul Ma’la berdasarkan SK Menteri Agama nomor LK/8.C/053/Pgm.MA/1980. dan kelas I sampai III berubah menjadi Madrasah Tsanawiyah Darul Ma’la.

Pada era tahun 1970-an, perkembangan jumlah madrasah tsanawiyah negeri di Jawa Tengah antara wilayah bagian selatan dan utara mengalami ketidakseimbangan. Di wilayah bagian selatan, jumlah madrasah tsanawiyah negeri jauh lebih banyak daripada wilayah bagian utara. Melihat kondisi yang seperti ini, pemerintah (Departemen Agama) bermaksud akan merelokasi beberapa madrasah tsanawiyah negeri dari wilayah bagian selatan ke wilayah bagian utara. Maksud dan keinginan pemerintah ini ditanggapi positif oleh beberapa tokoh pendidikan yang mengelola Madrasah Tsanawiyah Darul Ma’la dan akhirnya mereka bersepakat untuk mengajukan permohonan kepada pemerintah agar menegerikan Madrasah Tsanawiyah Darul Ma’la. Keinginan para tokoh ini dikabulkan oleh pemerintah dengan menerbitkan SK Nomor 27 tahun 1980 tertanggal 31 Mei 1980 dengan merelokasi MTs Negeri Sragen ke MTs Darul Ma’la yang kemudian menjadi MTs Negeri Winong Pati. Dengan demikian, pada tahun 1980 telah resmi berdiri MTs Negeri Winong dan pada tahun 2016 namanya berganti MTs Negeri 1 Pati.

Eksistensi dan perkembangan MTs Negeri 1 Pati yang begitu pesat pada saat ini dilatarbelakangi oleh banyak faktor. Salah satu diantaranya adalah kultur/budaya masyarakatnya yang cinta akan ilmu. Desa Pekalongan terkenal dengan warganya yang terpelajar. Walaupun untuk hidup sehari-hari saja mereka masih ada yang serba kekurangan, namun untuk masalah pendidikan tidak boleh berkurang. Kalau perlu, utang pun mereka lakukan. Hampir sulit mencari pemuda-pemudi di desa ini yang tidak melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi. Tidak heran bila pernah berdiri organisasi yang bernama Forum Komunikasi Mahasiswa dan Pelajar Pekalongan (FKMPP) pada tahun 1992 yang diketuai pertama kali oleh Bapak Drs. KH. Abdul Kafi, M.Ag.

Semangat belajar masyarakat di desa ini dipengaruhi oleh dua faktor, pertama, kuatnya pengaruh yang ditanamkan para pendahulu untuk selalu belajar. Secara formal, pada tahun 1930 telah berdiri lembaga pendidikan di Desa Pekalongan, yaitu madrasah Matholi’ul Falah (di kemudian hari berubah nama menjadi Tarbiyatul Banin) yang didirikan oleh K.H. Munji dan K.H. Mahfudz Salam (ayahanda K.H. Sahal Mahfudz) dari Kajen. Pada masa awal, banyak guru dari Kajen yang dikirim untuk mengajar di Desa Pekalongan, seperti K.H. Sanaji dan K.H. Ahmad Fahrurrozi. Guru-guru itulah yang menanamkan semangat belajar kepada para pemuda-pemudi  kala itu sehingga menular ke generasi sekarang.

Kedua, adanya lembaga pendidikan yang jumlahnya cukup banyak untuk ukuran sebuah desa, yaitu dua buah sekolah tingkat dasar, dua sekolah tingkat menengah pertama, dan tiga sekolah menengah tingkat atas. Tidak ada alasan bagi anak-anak di Desa Pekalongan untuk tidak belajar karena sekolah berada di depan mata. Sekurang-kurangnya mereka bisa menikmati pendidikan sampai tingkat SLTA.

MTs Negeri 1 Pati berlokasi di Jl. Raya Winong-Pucakwangi KM 2 Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, 17 Km dari pusat Kota Pati. Lokasi ini  berbatasan dengan tiga kecamatan lain yaitu Kecamatan Gabus, Pucakwangi, dan Jakenan. Secara greografis tempat ini sangat strategis dan mendukung sebagai lingkungan pendidikan karena suasana sejuk, mudah transportasinya, dan cukup jauh dari keramaian kota serta kebisingan jalan raya.

Selain dijuluki Desa Pendidikan, Desa Pekalongan ini juga layak menyandang predikat Desa Agamis. Hal itu, karena kultur yang terbentuk menunjukkan semangat keberagamaannya yang kental. Misalnya, dari pagi anak-anak berangkat ke madrasah/sekolah, lalu sore harinya mereka berangkat ke Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), dan malam hari berangkat ke mushola untuk belajar mengaji lagi. Tidak hanya anak-anak. Bapak-bapak biasanya mengadakan pengajian tersendiri. Demikian pula ibu-ibu juga mengadakan pertemuan rutin bulanan.

Banyak Kyai (ahli ilmu agama) yang tinggal di Desa Pekalongan, antara lain K. Ahmad Fadlil, K.H. Masyhuri Marzuki, K. Hasyim Syukur, K. Abu Thoyib, KH. Syahri Ismail, KH. Jabir Hasan, K.H. Zaini Surahman, K.H. Habib Hasan, K.H. Nur Yahya, K. Lahuri, K. Sujono Kholil dan K. Alwan Sahlan. Banyak pula penghafal Al-Qur’an di Desa Pekalongan, antara lain K. Hamid Manan, Drs. K.H. Abdul Kafi, M.Ag. (sekarang kepala KUA Kecamatan Winong), DR. Munjahid, M.Ag. (sekarang pindah ke Yogyakarta), Hanifah Rofi’i, Khadrowi, Ahmad Muslih, Musta’in Yasir, Hendri Marwan Anas, Amirotus Saidah, dan masih banyak lagi lainnya.

Dengan demikian, MTs Negeri 1 Pati benar-benar berada dalam satu lingkungan yang sangat religius sehingga sangat ideal menjadi lembaga pendidikan untuk mendidik dan menyiapkan generasi muda yang berakhlakul karimah, qur’ani, dan intelek. Ke-strategisan MTs Negeri 1 Pati tersebut tidak hanya secara fisik geografis-ekologis saja, tetapi secara sosial-psikologis didukung oleh lingkungan yang ramah dan berpotensi besar untuk dikembangkan.

Pada awalnya, MTs Negeri 1 Pati mengalami pasang surut, namun dalam perjalanan selanjutnya mengalami peningkatan seiring perkembangan madrasah-madrasah tsanawiyah negeri di daerah lain. Animo masyarakat yang semakin tinggi terhadap MTs Negeri 1 Pati tidak berasal dari wilayah Pati saja, melainkan dari berbagai daerah sekitarnya seperti Kudus bagian timur, Juwana, Rembang, Blora, dan Purwodadi bagian utara.

Meningkatnya animo masyarakat untuk menempuh pendidikan di madrasah ini bukan tanpa alasan. MTsN 1 Pati selalu berinovasi dan berkomitmen meningkatkan prestasi dan membentuk karakter warganya. Akan tetapi, selain membawa angin segar, meningkatnya kepercayaan masyarakat, utamanya dari luar daerah juga mengharuskan peningkatan layanan berupa sarana dan prasarana yang memadai sesuai kebutuhan peserta didik dan orang tua. Oleh karena itu, pada tahun 2006 berdiri asrama siswa Azzahra yang digagas oleh Dr. Hj Umi Hanik (Kepala Madrasah) dengan biaya mandiri dari komite madrasah.

Program unggulan di asrama yang bersinergi dengan kurikulum madrasah yaitu kompetensi Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, kajian kitab, outbound and charity, dan olimpiade. Untuk keberhasilan program tersebut, madrasah dan Azzahra Boarding School menjalin kerja sama dengan Ponpes Gontor, relawan asing, dan para ulama di sekitar Desa Pekalongan.

Selain program tersebut, pada tahun 2018 dibuka program unggulan baru yang digagas oleh H. Ali Musyafak (Kepala Madrasah) yaitu kelas Tahfidzul Quran. Selain itu, dicanangkan pula slogan MTsN 1 Pati Berkarakter, Barokah, Manfaat, dan Istiqomah. Slogan ini dimaksudkan untuk mendukung visi madrasah yaitu ‘Terwujudnya madrasah berkarakter islami, unggul dalam prestasi, peduli lingkungan, dan berbudaya nusantara’.

Sejak dibuka program baru tersebut, animo masyarakat semakin meningkat. Para calon siswa tidak hanya dari wilayah Jawa Tengah saja, bahkan banyak yang dari luar Jawa. Oleh karena itu, madrasah berinisiasi mengajukan permohonan bantuan sarana infrastruktur yaitu asrama siswa melalui SBSN. Tahun 2019 MTsN 1 Pati berhasil masuk ke dalam 5 daftar penerima SBSN. Dengan berdirinya asrama baru dari sumber dana SBSN ini, daya tampung keseluruhan menjadi 360 siswa/santri.

MTsN 1 Pati sejak tahun pelajaran 2013/2014 terdiri atas 30 rombel, sedangkan pada tahun pelajaran 2020/2021 terdiri atas 31 rombel. Adapun jumlah siswa keseluruhan pada tahun pelajaran 2020/2021 adalah 1053 siswa. Perkembangan input siswa dapat dilihat pada tabel berikut.

 

Tabel Input Siswa

No

Tahun Pelajaran

Pendaftar (Kelas 7)

Diterima (Kelas 7)

Jumlah Rombel (Kelas 7)

Total Rombel (Kls 7, 8, 9)

Total Siswa (Kls 7, 8, 9)

1

2018/2019

562

357

10

30

1.225

2

2019/2020

587

354

10

30

1.068

3

2020/2021

651

364

11

31

1.053

            Bersadarkan tabel input siswa tersebut pada tahun pelajaran 2019/2020 jumlah pendaftar meningkat 25 pendaftar sedangkan pada tahun pelajaran 2020/2021 jumlah pendaftar meningkat 64 pendaftar dari tahun sebelumnya. Dapat disimpulkan bahwa animo masyarakat untuk mendaftar di MTsN 1 Pati dari tahun ke tahun selalu meningkat.

Tabel Prestasi Siswa

No

Tahun

Tingkat

Jumlah

Kabupaten

Provinsi

Nasional

Internasional

1

2018

23

5

-

-

28

2

2019

28

8

9

-

45

3

2020

6

2

57

1

66

 

Tabel Prestasi PTK

No

Tahun

Tingkat

Jumlah

Kabupaten

Provinsi

Nasional

Internasional

1

2018

1

-

-

-

1

2

2019

-

-

1

-

1

3

2020

-

-

23

-

23

Berdasarkan tabel prestasi siswa dan prestasi PTK dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2020 prestasi siswa dan PTK mengalami peningkatan yang sangat signifikan. selain prestasi tersebut, yang tidak kalah membanggakan adalah pada tahun 2020 sebanyak 7 siswa lulusan madrasah ini diterima di MAN IC. Hal ini berkorelasi dengan adanya bantuan infrastruktur SBSN dan realisasi program-program unggulan madrasah.

Prestasi yang dicapai MTsN 1 Pati hingga saat ini merupakan sinergi antara sumber daya manusia, program, dan sarana prasarana. Adapun SDM di madrasah meliputi guru dan tenaga kependidikan. Jumlah guru di madrasah ini per Desember 2020 adalah 72. Dari jumlah tersebut 45 berstatus PNS dan 27 non-PNS. Sedangkan untuk kualifikasi akademik, 19 guru berpendidikan terakhir S2 dan 53 berpendidikan terakhir S1. Sementara itu untuk Tenaga Kependidikan berjumlah 26, terdapat 2 pegawai berstatus PNS dan 24 non-PNS. Kualifikasi tenaga kependidikan yaitu 9 pegawai berpendidikan S1, 4 pegawai berpendidikan D3, 11 pegawai berpendidikan SLTA, dan 1 pegawai berpendidikan SD.

Beberapa program unggulan dan penanaman karakter yang diterapkan dan didukung oleh warga madrasah sampai saat ini berhasil membentuk brand Madrasah berkarakter, diantaranya:

  1. Shodaqoh Istiqomah oleh guru dan siswa. Saat ini telah berdiri megah Masjid Baitul Makmur yang biaya pembangunaanya bersumber dari Shodaqoh Istiqomah. sampai saat ini dana shodaqoh sudah lebih dari 1 miliar.
  2. 3S (salam, salim, senyum). Guru dan pegawai menyambut kehadiran siswa dan bersalaman (dilaksanakan sebelum pandemi).
  3. Apel dan doa bersama setiap pagi hari diikuti oleh seluruh guru dan pegawai.
  4. Tadarus, shalawat, dan Dhuha sebelum pembelajaran.
  5. Istighasah dan Pengajian selapanan (setiap Jumat Wage).
  6. Jumput sampah, setiap warga madrasah yang melihat sampah menjadi terbiasa mengambil dan membuang ke tempat sampah yang tersedia.
  7. Jamaah sholat Dhuhur.

Adapun program unggulan bidang akademik di antaranya, adanya kelas unggulan Tahfidz, kelas olimpiade, kelas Bahasa asing, robotik dan riset, dan kelas olahraga dan seni. Khusus untuk program unggulan riset, MTsN 1 Pati telah mendapatkan legalitas sebagai Madrasah Penyelenggara Riset dengan SK Dirjen Pendis nomor 6757 tentang penetapan madrasah penyelenggara riset tahun 2020 tertanggal 15 Desember 2020.

Untuk menunjang keberhasilan program tersebut, pada tahun 2020 madrasah menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi diantaranya Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Muria Kudus (UMK), dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara.

Selain itu, dalam menghadapi pandemi pada bulan Mei 2020 dibuat studio mini yang diberi nama Symponi Creative Studio. Studio ini digunakan untuk menunjang pembelajaran daring menggunakan berbagai media. Studio juga menjadi sarana publikasi madrasah. Selain pemanfaatan studio, madrasah juga melakukan pengadaan hosting internet demi  optimalisasi e-learning madrasah, zoom cloude, dan website.

Selain program unggulan untuk siswa, dilaksanakan pula program peningkatan kualitas SDM guru dan tenaga kependidikan melalui workshop, pelatihan, dan seminar secara berkala. Program ini tidak hanya berlaku untuk warga MTsN 1 saja, melainkan untuk guru dan tenaga kependidikan yang berada dalam binaan KKM 01 yang meliputi 43 Madrasah. Selain itu, MTsN 1 Pati juga menggandeng madrasah binaan (sahabat madrasah) di dalam meningkatkan prestasi dan kualitas SDM, di antaranya dengan MI Tarbiyatul Islamiyah Winong dan MTs Manahijul Huda.

Berdasarkan potensi dan prestasi tersebut, pada akhir tahun 2020, Kepala Madrasah, Ali Musyafak menetapkan jargon ‘Madtsanti Mendunia’ yang merupakan kependekan dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Pati Berkarakter, Unggul, dan Mendunia.

Halaman Lainnya
Struktur Organisasi

16/08/2019 07:06 WIB - Administrator
Visi, Misi & Motto

Visi Terwujudnya madrasah yang berkarakter islami, unggul dalam prestasi, peduli lingkungan dan berbudaya nusantara.   Misi Menyelenggarakan bimbingan keimanan dan pengamalan keis

01/04/2019 21:44 WIB - Administrator